Dark Mode Light Mode

Batik dan Kreativitas Berpadu dalam Simfoni 1001 Pembatik di Yogyakarta

Para penyelenggara memegang kain putih bermotif sketsa ikon Yogyakarta saat Konferensi Pers Simfoni 1001 Pembatik. Para penyelenggara memegang kain putih bermotif sketsa ikon Yogyakarta saat Konferensi Pers Simfoni 1001 Pembatik.
Suasana konferensi pers Simfoni 1001 Pembatik saat panitia menunjukkan sampel kain berpola batik khas lanskap dan budaya Yogyakarta.

Simfoni 1001 Pembatik Hadir di Yogyakarta, Rayakan Batik Lewat Kolaborasi Budaya

Yogyakarta kembali menghadirkan agenda budaya yang mengangkat batik sebagai bagian dari identitas dan kreativitas masyarakat. Simfoni 1001 Pembatik akan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan kegiatan yang dimulai dari Simpang 4 Batik Terang Bulan hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Acara ini hadir dalam rangka memperingati HUT ke-270 Kota Yogyakarta dan Hari Batik Nasional 2026. Mengusung semangat kolaborasi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan para pembatik, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam sebuah aktivitas yang menonjolkan kekayaan budaya Indonesia.

Merayakan Batik Lewat Kebersamaan

Simfoni 1001 Pembatik tidak sekadar menghadirkan aktivitas membatik. Kegiatan ini membawa semangat untuk memperkenalkan batik melalui pengalaman bersama yang melibatkan berbagai pihak.

Advertisement

Sejumlah wanita duduk melingkar menggoreskan malam panas menggunakan canting pada kain batik tulis yang dibentangkan di gawangan kayu.
Ketelitian para pengrajin wanita saat menorehkan canting dan malam panas pada kain dalam proses pembuatan batik tulis tradisional.

Peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Lokasi yang berada di kawasan pusat Yogyakarta juga memberikan nuansa khas, sekaligus memperkuat keterhubungan antara budaya batik dan ruang publik kota.

Kegiatan ini terbuka bagi UMKM binaan Dinas Koperasi UKM DIY. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang apresiasi terhadap karya lokal sekaligus mendorong interaksi antarpelaku ekonomi kreatif.

Fasilitas untuk Peserta

Untuk mengikuti Simfoni 1001 Pembatik, peserta dikenakan kontribusi sebesar Rp100.000 per orang. Biaya tersebut sudah mencakup beberapa fasilitas, seperti kaos, canting, kain berpola, snack box, dan air mineral.

Dengan fasilitas tersebut, peserta dapat mengikuti kegiatan secara lebih lengkap sekaligus mendapatkan pengalaman membatik dalam suasana kebersamaan. Agenda ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses kreatif yang berada di balik karya batik.

Catat Jadwalnya

Simfoni 1001 Pembatik yang digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi kegiatan dari Simpang 4 Batik Terang Bulan menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Seorang wanita pengrajin menorehkan lilin malam menggunakan canting pada kain batik warna merah muda di atas gawangan kayu.
Proses pembuatan batik tulis tradisional oleh pengrajin yang dengan teliti menggoreskan malam panas ke atas kain.

Bagi peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sekretariat KADIN DIY melalui kontak yang tercantum pada informasi resmi acara.

Jangan lewatkan berbagai informasi event menarik lainnya. Temukan agenda budaya, komunitas, hiburan, hingga kegiatan seru lainnya hanya di AgendaKota.id.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Raih Rekor MURI! Rahasia Legenda Sendratari Ramayana Purawisata Bertahan 50 Tahun Tanpa Henti di Jogja

Next Post
Para penari berbusana wayang tradisional tampil di atas kendaraan hias berlatar replika Tugu Jogja pada event karnaval malam.

Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026, Nikmati Pesona Budaya Yogyakarta di Malam Hari

Advertisement