Pameran dagang internasional terbesar Indonesia menghadirkan 1.873 ekshibitor dan buyer dari 134 negara.
KABUPATEN TANGERANG — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Pameran ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Kementerian Perdagangan menargetkan potensi transaksi sebesar USD 17,5 miliar. Jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 30.000 orang. 
Prosesi peresmian pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ditandai dengan pemindaian telapak tangan secara digital di podium panggung oleh para pejabat negara.
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI ke-41 mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli mancanegara. Ajang ini bertujuan memperluas pasar ekspor. Hingga pembukaan, tercatat 1.873 ekshibitor dan pembeli dari 134 negara telah terdaftar.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membuka pameran tersebut mewakili Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam melalui hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Pemerintah menggalakkan ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.
Perluas Akses Pasar Produk Indonesia
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pembeli mancanegara dan pengunjung menyambut antusias penyelenggaraan TEI ke-41. Pada hari pertama pameran, sebanyak 168 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dijadwalkan ditandatangani antara eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara.
Pameran ini menghadirkan beragam produk unggulan nasional, mulai dari makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, hingga furnitur dan dekorasi rumah. Kawasan industri juga turut ditampilkan untuk menarik minat investor.
Menurut Budi, TEI mendukung tiga program prioritas Kementerian Perdagangan. Program tersebut meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiganya bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal. Program ini juga mendorong pelaku usaha nasional memasuki pasar internasional.
Upaya membuka akses pasar juga dilakukan melalui perundingan perdagangan dengan berbagai negara dan kawasan. Budi menyebutkan, sebanyak 25 perjanjian dagang telah diimplementasikan, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan.
“Selaras dengan petunjuk Bapak Presiden, kami terus melakukan perundingan dagang dengan berbagai negara dan kawasan untuk membuka pasar ekspor,” ungkap Budi.
Dorong UMKM dan Produk Desa Menembus Pasar Global
Melalui program Dari Lokal untuk Global, Kemendag terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memasuki pasar ekspor. Salah satu langkahnya adalah memfasilitasi penjajakan bisnis atau business matching antara UMKM dan calon pembeli mancanegara.
Fasilitasi tersebut didukung oleh 46 kantor perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Jaringan ini mencakup atase perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Konsul Perdagangan RI di Hong Kong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, serta Duta Besar RI untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Kemendag juga mengembangkan potensi produk desa melalui program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Di dalam negeri, kementerian menjalin kemitraan antara UMKM dan ritel untuk memperkuat kehadiran produk lokal di pasar domestik.
“Kami juga mengupayakan fasilitasi ekspor melalui Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang telah mengidentifikasi banyak produk potensial dari desa untuk dikembangkan menembus pasar ekspor,” kata Budi.
Selain mendampingi UMKM, Kemendag menumbuhkan kewirausahaan generasi muda melalui program Campuspreneur. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mengembangkan usaha, termasuk menjajaki peluang menjadi eksportir. Hingga pembukaan TEI ke-41, Kemendag telah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di Indonesia.
Asia Selatan dan Afrika Jadi Peluang Pasar
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti peluang perluasan ekspor ke pasar nontradisional, terutama Asia Selatan dan Afrika. Ia menyebut Bangladesh, Pakistan, dan India sebagai negara mitra yang memiliki potensi bagi pengembangan ekspor Indonesia.
“Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India. Kemudian, kita masuk juga ke Afrika,” ujar Zulkifli.
Apresiasi untuk Pelaku Ekspor
Dalam rangkaian pembukaan TEI ke-41, Budi turut menyerahkan Penghargaan Primaniyarta kepada eksportir berprestasi dan kepala daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional. Penghargaan Primaduta juga diberikan kepada mitra internasional, diaspora, serta kepala perwakilan RI di luar negeri yang aktif mempromosikan produk Indonesia.
Kemendag juga akan memberikan Campuspreneur Award kepada mahasiswa yang berhasil mencatatkan transaksi tertinggi selama penyelenggaraan TEI ke-41.
TEI 2026 didukung Pertamina sebagai Strategic Partner dan Bank Mandiri sebagai Bank Partner. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut menjadi Event Partner. Dukungan lainnya berasal dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Sejumlah lembaga dan instansi lain juga mendukung penyelenggaraan pameran ini.
Pantau terus AgendaKota.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pameran seni, kegiatan budaya, hiburan, dan berbagai acara menarik lainnya.