Dark Mode Light Mode

WET di ROH Jakarta, Pameran Seni Kontemporer dengan Instalasi Eksperimental

Instalasi seni kinetik melingkar berlampu dengan kabel yang menjuntai di dalam ruang galeri bernuansa pencahayaan biru dramatis di ROH Jakarta. Instalasi seni kinetik melingkar berlampu dengan kabel yang menjuntai di dalam ruang galeri bernuansa pencahayaan biru dramatis di ROH Jakarta.
Karya Instalasi Eksperimental: Suasana instalasi seni kontemporer dengan perpaduan elemen mekanis, pencahayaan biru, dan struktur melingkar pada pameran WET karya Bagus Pandega dan Kei Imazu di galeri ROH Jakarta.

Pameran Seni WET di ROH Jakarta: Ketika Air, Gerak, dan Kimia Menjadi Bahasa Seni

Pameran seni kontemporer WET karya Bagus Pandega dan Kei Imazu berlangsung di ROH, Jalan Surabaya No. 66, Menteng, Jakarta Pusat, pada 25 September hingga 1 November 2026. Mengusung pendekatan eksperimental, pameran ini memadukan seni, teknologi, dan fenomena alam dalam instalasi yang dinamis. Pengunjung dari kalangan pecinta seni, pelajar, hingga wisatawan dapat menikmati pengalaman sekaligus mengenal perspektif baru dalam seni kontemporer.

WET: Eksperimen Seni yang Hidup dan Terus Berubah

Suasana ruang galeri seni ROH Jakarta yang bergaya industrial modern, memperlihatkan pengunjung sedang melihat karya lukisan, gundukan pasir di lantai, serta dinding beton berlubang.
Pengalaman Menikmati Seni: Pengunjung mengamati berbagai karya lukisan dan instalasi eksperimental dalam pameran WET karya Bagus Pandega dan Kei Imazu di Galeri ROH, Jakarta Pusat.

WET merupakan pameran kolaboratif pertama Bagus Pandega dan Kei Imazu bersama ROH. Berbasis di studio bersama mereka di Bandung, kedua seniman memadukan lukisan, patung kinetik, dan reaksi kimia dalam instalasi yang menghadirkan pengalaman visual, suara, serta gerakan secara langsung.

Judul WET merujuk pada lukisan hidrokromik berukuran besar yang disiram air secara berkala. Proses tersebut membuat bagian-bagian gambar muncul dan menghilang. Melalui teknik ini, keduanya mengangkat narasi tentang ekstraksi mineral, perang, ingatan, dan tekstur kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Perpaduan Gerak dan Reaksi Kimia dalam Instalasi Seni

Pameran WET menghadirkan berbagai karya yang memadukan unsur mekanis, pencahayaan, dan perubahan material. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah harimau mekanis yang bergerak berputar dalam lingkaran. Melalui figur tersebut, Bagus Pandega dan Kei Imazu mengangkat simbol kekuasaan militer, kedaulatan, serta kolonialisme, sekaligus menyinggung penyusutan habitat hutan.

Di sisi lain, patung nautilus dan talas berukuran besar turut melengkapi pameran dengan pencahayaan yang mencolok. Perpaduan bentuk, gerakan, dan suara memperlihatkan eksplorasi kedua seniman terhadap hubungan antara teknologi, organisme hidup, dan lingkungan melalui seni kontemporer.

Menelusuri Jejak Alam, Eksploitasi, dan Sejarah

Melalui WET, Bagus Pandega dan Kei Imazu mengeksplorasi hubungan antara alam, eksploitasi sumber daya, dan perkembangan Indonesia. Pameran ini menyoroti keterkaitan proses ekstraksi alam, konflik, serta warisan sejarah kolonial dengan kehidupan masa kini.

Suasana ruang galeri seni ROH Jakarta yang bergaya industrial modern, memperlihatkan pengunjung sedang melihat karya lukisan, gundukan pasir di lantai, serta dinding beton berlubang.
Pengalaman Menikmati Seni: Pengunjung mengamati berbagai karya lukisan dan instalasi eksperimental dalam pameran WET karya Bagus Pandega dan Kei Imazu di Galeri ROH, Jakarta Pusat.

Pendekatan tersebut menjadikan WET lebih dari sekadar pameran dengan instalasi visual yang menarik. Karya-karya di dalamnya membuka ruang refleksi mengenai ketahanan alam, ingatan kolektif, dan dampak pembangunan terhadap lingkungan. Pengunjung juga diajak memahami bagaimana persoalan sosial dan sejarah dapat diterjemahkan melalui eksperimen seni kontemporer.

Kunjungi WET di ROH Jakarta hingga 1 November 2026

Pameran WET dapat menjadi pilihan agenda seni bagi masyarakat yang ingin menikmati karya kontemporer dengan pendekatan eksperimental. Melalui perpaduan air, gerak, dan reaksi kimia, pameran ini menghadirkan perspektif berbeda dalam memahami hubungan manusia, alam, dan sejarah.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi WET di ROH Jakarta hingga 1 November 2026. Pantau terus AgendaKota.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pameran seni, festival, konser, dan berbagai acara menarik lainnya.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
Musisi Ye (Kanye West) mengenakan jaket perak metalik berdiri di panggung konser berlatar gelap dan asap imersif

YE Concert Tour 2026 Live in Jakarta: Debut Kanye West di GBK dengan Panggung 360 Derajat

Next Post
Poster tur konser solo Doh Kyung Soo bertajuk 'DAY OFF' di Macau. Menampilkan Doh Kyung Soo berpose menopang dagu dengan blazer hitam di atas latar putih, disertai grafis sobekan kertas merah berisikan detail tanggal konser 17-18 Oktober 2026 di Studio City Event Center.

D.O. EXO Tutup Dua Hari Konser DAY OFF Jakarta dengan Momen Tak Terlupakan

Advertisement