Nuswara Depok 2026 Hadirkan Batik, Wastra, dan Karya Kreatif UMKM Lokal
Nuswara Depok 2026 hadir di ITC Depok dengan mengusung tema Merajut Tradisi, Menggagas Gaya. Pameran ini menjadi ruang promosi bagi produk kerajinan, batik, wastra, dan fesyen lokal sekaligus mendukung perkembangan ekonomi kreatif Kota Depok.
Berlangsung pada 23 September hingga 22 Oktober 2026, kegiatan ini menghadirkan 12 stand UMKM kreatif, fashion show, serta berbagai workshop berbasis budaya dan daur ulang. Pengunjung dapat mengenal beragam produk lokal sekaligus melihat potensi kreativitas pelaku usaha dan komunitas di Depok.
Kolaborasi untuk Memajukan UMKM Depok
Nuswara Depok 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi pengelola ITC Depok, Komunitas Fesyen Depok (KFD), dan Ikatan Pengrajin serta Pecinta Batik Depok (IPPBD), dengan dukungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok.
Berlokasi di lantai dasar ITC Depok, pameran ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Kehadiran berbagai produk kreatif juga membuka peluang bagi pengunjung untuk mengenal karakter dan keunikan karya lokal.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas promosi produk UMKM serta membangun hubungan antara pengrajin, komunitas, pemerintah daerah, dan pengelola pusat perbelanjaan.
Workshop Kreatif dan Fashion Show Jadi Daya Tarik
Selain menghadirkan beragam produk, Nuswara Depok 2026 menawarkan kegiatan interaktif, seperti workshop membatik, ecoprint totebag, dan merangkai payet. Aktivitas ini memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung untuk mengenal proses pembuatan karya kreatif.
Fashion show turut menjadi bagian menarik dari pameran dengan menampilkan karya fesyen lokal. Melalui kegiatan tersebut, batik dan wastra diperkenalkan sebagai produk yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi untuk dikembangkan mengikuti tren.
Perpaduan pameran, edukasi, dan pertunjukan fesyen membuat Nuswara menjadi wadah untuk mempertemukan kreativitas dengan apresiasi masyarakat.
Batik Daur Ulang Karya Anak Spectrum Milenial
Salah satu sorotan dalam Nuswara Depok 2026 adalah penampilan enam anak dari PKBM Spectrum Milenial melalui fashion dance dengan karya batik daur ulang.
Karya tersebut mengangkat motif Gong Si Bolong dan motif abstrak berwarna-warni. Proses pembuatannya memanfaatkan limbah kardus sebagai alternatif cap batik, sehingga turut memperkenalkan pemanfaatan bahan bekas dalam kegiatan kreatif.
Aktivitas membatik di Spectrum Milenial awalnya dikembangkan sebagai sarana terapi, kemudian berkembang menjadi media ekspresi dan berkarya. Partisipasi mereka menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi ruang pemberdayaan yang terbuka bagi semua orang, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lokal
Kehadiran 12 stand UMKM memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan visibilitas produk dan menjangkau calon konsumen. Sementara itu, workshop serta fashion show membantu memperkenalkan nilai budaya dan kreativitas di balik setiap karya.
Dampak kegiatan seperti ini dapat diperkuat melalui pemasaran digital, pengembangan identitas merek, peningkatan kualitas produk, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas. Dengan dukungan berkelanjutan, produk lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Nuswara Depok 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal karya lokal sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM dan pelestarian budaya.
Jangan lewatkan berbagai kegiatan menarik lainnya! Kunjungi AgendaKota.id untuk mendapatkan informasi terbaru tentang pameran, festival, acara komunitas, dan agenda menarik di berbagai kota.